Friday, May 16, 2008

Interactive Talk Show: "Rahasia Dibalik Tulang Kuat, Hidup Sehat" (bersama dr Adiwirawan Mardjuadi, M.Sc., Ph.D. dan Minati Atmanagara)


Silahkan klik gambar disamping kiri untuk memperbesar berita menarik ini.
Silahkan klik gambar "amplop kecil bertanda panah hitam" dibagian bawah ini untuk menginformasikan kabar baik ini ke teman-teman atau keluarga via email.

Thursday, May 15, 2008

Periksa Tulang, Konsultasi & Senam Osteoporosis bersama Minati Atmanagara, Hadiah Hand Phone... Mana Tahaaaan......

Kabar gembira kawan…

Bila Anda mendaftar lewat website ini, Anda berhak atas door prize hand phone yang akan diundi pada saat acara Interactive Talk Show: ”Rahasia Dibalik Tulang Kuat Hidup Sehat” di Kelapa Gading Sports Club pada tanggal 7 Juni 2008. Selain mendengarkan seminar tentang osteoporosis, Anda juga bisa ikut berlatih senam osteoporosis bersama Minati Atmanagara...!!!

Kirim email ke:

klubtulangsehat.registrasi@gmail.com

Anda bisa mendaftar untuk diri sendiri atau orang lain (orang tua, kawan, tetangga)

Cantumkan data diri (nama lengkap sesuai KTP, usia, alamat rumah/kantor, telpon/hand phone)

Wednesday, May 14, 2008

UNDANGAN buat Anda... Interactive Talk Show tentang OSTEOPOROSIS: "Rahasia Dibalik Tulang Kuat, Hidup Sehat"

Tentu ini kabar gembira bagi pembaca blog ini yang berusia diatas 40 tahun. Mengapa? Karena ini adalah kesempatan yang amat jarang ada di Jakarta:

Interactive Talk Show dengan thema "Rahasia Dibalik Tulang Kuat, Hidup Sehat" yang akan menampilkan:
- dr. Adiwirawan Mardjuadi, M.Sc., Ph.D. (Rheumatologist) dan
- Minati Atmanagara (artis)

Kapan diadakan?
Sabtu, 7 Juni 2008
Pk. 09.00 - 13.00 WIB


Dimana?
Kelapa Gading Sports Club
Jl. Boulevard Kelapa Gading Blok KGC,
Summarecon, Kelapa Gading
Jakarta Utara

Acaranya?
1. Sharing "Rahasia Dibalik Tulang Kuat, Hidup Sehat", pembicara dr. Adiwirawan Mardjuadi, M.Sc. Ph.D. (Rheumatologist)
2. Sharing "Tulang Kuat, Hidup Sehat", pembicara Minati Atmanegara (artis)
3. Senam Osteoporosis bersama Minati Atmanegara (peserta diajak ikutan senam juga lho!!!)
4. Pemeriksaan tulang untuk mendiagnosa osteoporosis
5. Bila diperlukan bisa beli produk-produk untuk osteoporosis dengan paket super hematttt...

Seru khan?
Tentu disediakan snack saat pendaftaran ulang peserta (sebelum acara dimulai) dan sesudah acara ada makan siang bersama.

Untungnya buat saya?
- Bisa tahu banyak tentang seluk beluk osteoporosis
- Bisa deteksi dini osteoporosis (disediakan alat pemeriksaan osteoporosis... GRATIS!!!)
- Bisa berkumpul dengan teman-teman baru yang mempunyai permasalahan tulang yang sama
- GRATIS bergabung dalam "Klub Tulang Sehat"
- Dll...

Berapa bayarnya?
Sebelum 23 Mei 2008:
- 1 orang = Rp. 100.000/orang
- 4 orang sekaligus = Rp. 75.000/orang

Antara 24-30 Mei 2008:
- 1 orang = Rp. 120.000/orang
- 4 orang sekaligus = Rp. 90.000/orang

Antara 31 Mei - 4 Juni 2008:
- 1 orang = Rp. 150.000/orang
- 4 orang sekaligus = Rp. 125.000/orang

Antara 05-07 Juni 2008:
- 1 orang = Rp. 250.000/orang
- 4 orang sekaligus = Rp. 200.000/orang

Kapan pendaftaran?
Secepatnya!!! Seat terbatas!!!
Siapa cepat, dia dapat (tergantung ketersediaan seat)!!!
Lebih cepat daftar, lebih hemat!!!

Cara pendaftaran?
Hubungi (jam kerja):
- Telp: 021-42873888 ext. 1845 (Febry), ext. 1843 (Nurma), ext. 1844 (Novi)
- Handphone: 0816784915 (Febry)
- Email: klubtulangsehat.registrasi@gmail.com

Mari deteksi dini osteoporosis... Mari cegah osteoporosis... Mari obati osteoporosis...

Jangan lupa... Daftarkan diri Anda segera...

Menjauh dari Osteoporosis


Kalbe.co.id - Menurut sebuah studi dalam the Journal of Bone and Joint Surgery (JBJS) edisi Februari 2008, walaupun osteoporosis diperkirakan berkontribusi pada 1,5 juta patah tulang setiap tahunnya, hubungannya tidak seperti yang kira kira.

Osteoporosis dalah penyakit degeratif tulang yang diderita oleh 28 juta orang Amerika, sering berkembang tanpa ketahuan selama beberapa tahun tanpa gejala atau ketidaknyamanan sampai terjadi patah tulang. Namun demikian, studi menemukan bahwa tulang dan faktor risiko berkaitan dengan jatuh juga indikator komplementer penting dari risiko patah tulang. Mereka yang mengalami patah tulang lenjutan setelah umur 55 atau memiliki riwayat patah tulang dan atau berat kurang dari 60 kg dimasukkan ke dalam faktor risiko utama berkaitan dengan tulang.
Faktor-faktor risiko berkaitan dengan jatuh meningkat berdasarkan faktor-faktor berikut :
- Gangguan penglihatan
- Masalah sendi
- Kurangnya aktivitas harian sebelum patah
- Lebih dari 1 kali jatuh di tahun sebelumnya
- Inkontinensia urin
- Penggunaan obat-obat psikoaktif

American Academy of Orthopedic Surgeons (AAOS) mengidentifikasi faktor-faktor risiko serupa dalam pedoman mereka. Kedua pedoman ini berbeda dari yang diikuti saat ini di Belanda, dimana studi ini dilakukan dan merlawanan dengan standar dari uji yang dilakukan. Nyatanya, studi menemukan pedoman Belanda dan pedoman lain tidak seluruhnya memperhatikan tulang dan faktor-faktor risiko berkaitan dengan jatuh (WHO sudah memasukkan hal ini) yang tidak cukup untuk pencegahan patah tulang pertama kalinya.

Para peneliti mengkaji ulang kasus-kasus lebih dari 500 pasien di atas 50 tahun yang menderita patah tulang. Apa yang mereka temukan adalah sedikit pasien (35%) mengalami osteoporosis, sedangkan 53% mempunyai paling sedikit 1 faktor risiko berkaitan tulang dan 75% mempunyai paling sedikit 1 faktor risiko berkaitan dengan jatuh. Kebanyakan terkena kombinasi faktor-faktor risiko, tidak tergantung umur, gender dan lokasi patah tulang. Hasil ini menekankan pentingnya pengujian faktor risiko lain dalam penanganan pasien-pasien patah tulang. Dr. Svenhjalmar Van Helden, salah satu penulis studi ini menyimpulkan bahwa mancari hanya pada saat osteoporosis tidaklah cukup. Dia adalah dokter bedah di Departement of general Surgery and Trauma Surgery di University Hospital Maastricht Belanda.

Pasien di atas 50 tahun yang patah tulang sebelumnya harus bekerja sama dengan dokternya untuk mencegah patah tulang di masa mendatang. Pasien dan dokter perlu menentukan risiko patah tulang masa depan dan secara aktif berpartisipasi menurunkan risiko tersebut. Program pengujian risiko dengan pemindai kerapatan tulang dan diagnosis faktor-faktor risiko terkait tulang dan jatuh harus dilakukan.

Van Helden menambahkan bahwa para ahli bedah ortopedi harus melihat selain patah tulang. Setiap pasien patah tulang di atas 50 tahun akan mendapat manfaat dari pengujian tentang risiko patah tulang absolutnya.

Sumber: